Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

CHAPTER 13 : PRICING DECISIONS AND COST MANAGEMENT

Faktor utama yang memengaruhi penentuan harga : Pelanggan Faktor pelanggan atau konsumen memengaruhi penentuan harga dari segi permintaan, menentukan berapa barang yang akan laku terjual pada harga tertentu Kompetitor Kompetitor memengaruhi penentuan harga melalui tindakan. Berapa harga yang ditetapkan oleh produsen lain akan memengarhui penentuan harga dalam suatu perusahaan. Jika menjual di bawah harga produsen lain, harus diperhitungkan apakah dengan harga tersebut seluruh biaya sudah tertutup atau belum. Jika menjual dengan harga diatas produsen lain, harus dipertimbangkan apakah pelanggan masih mau membeli bila harganya lebih mahal. Tindakan strategis competitor juga berpengaruh, misalnya strategi pemasaran, strategi produksi, dan lain-lain. Biaya Biaya memengaruhi penentuan harga dari segi penawaran terkait dengan biaya produksi. Harga suatu produk biasanya berbanding lurus dengan total biaya produksinya. Produsen sebaiknya tidak menjual dengan harga yang belum dapat me...

CHAPTER 21 : LINEAR PROGRAMMING IN COST ACCOUNTING

Memaksimalkan CM Contribution Margin (CM) seringkali digunakan sebagai ukuran kinerja manajemen. Untuk memaksimalkan keuntungan, manajemen akan memaksimalkan total CM atau meminimalisir biaya. Linear Programming dapat digunakan untuk memaksimalkan keuntungan atau meminimalisir biaya. Meminimalisasi Biaya

CHAPTER 21 : DIFFERENTIAL COST

Differential Cost adalah ilmu untuk menganalisis beberapa proyek atau aktivitas yang memiliki durasi kurang dari satu thun apakah dapat diterima atau ditolak. Karena durasinya kurang dari satu tahun, maka konsep time value of money menjadi tidak relevan untuk diterapkan pada differential cost study Differential Cost : Cost untuk menyelesaikan suatu proyek/ kegiatan ( marginal cost = incremental cost) Cost yang bisa dihindarkan apabila menghentikan suatu proyek/ kegiatan (avoidable cost) Meliputi Variabel Cost dan Out-of-pocket cost (cost yang memerlukan pengeluaran cash) Tidak meliputi sunk cost karena tidak bisa di recover (contoh : cost mesin) atau allocated fixed cost karena tidak dipengaruhi oleh keputusan yang diambil (contoh : depresiasi gedung) ; tidak relevan dengan keputusan jangka pendek Opportunity Cost : revenue dari alternative yang tidak dipilih (dipertimbangkan) Imputed Cost: hypothetical Cost (contoh : goodwill turun jika mencemari lingkungan) – dipertimbangkan ...

CHAPTER 20 : COST VOLUME PROFIT ANALYSIS

Cost Volume Profit Analysis adalah analisis hubungan antara biaya, volume produk terjual, dan laba ketika salah satu variabel tersebut dimanipulasi untuk menghasilkan nilai variabel yang diinginkan. Inti dari CVP Analysis adalah : 1.     Cost : DM, DL, FOH 2. Volume : cost driver berupa jumlah produk yang terjual 3. Profit : profit bisa diatur maupun dimanipulasi kedalam keadaan BEP, maupun dinaikkan lebih dari 0 Istilah penting dalam CVP Analysis : Contribution Margin (CM)  Selisih antara penjualan dengan semua biaya variable  (CM = TR-TVC) atau bagian dari Revenue untuk menutup Fix Cost dan untuk menghasilkan profit (CM= TFC+ Profit) Contribution Margin Per Unit (CMU) Contribution Margin untuk tiap satu produk yang terjual Contribution Margin Ratio (CMR) Perbandingan Contribution Margin dengan Total Revenue (CMR= CM/ TR) Break Event Point (BEP) Keadaan atau titik dimana profit 0, atau total revenue sama dengan total cost (TR=TC) Margin o...

CHAPTER 20 : INVENTORY COSTING AND CAPACITY ANALYSIS

■ Total Revenue dibagi dalam 3 komponen yaitu TFC, TVC dan Profit.  ■ Dalam kondisi BEP profitnya sama dengan nol. ■ TFC tidak bergeser karena selalu konstan, yang berubah hanya TVC. ■ TVC1 pasti lebih besar dari TVC0 karena produk yang dijual bertambah banyak, tapi TVC1 setelah melewati BEP tidak akan mungkin memiliki rentan dari titik TFC berakhir sampai ke titik paling kanan karena ada profit Costing ada 3 : 1. Actual   Dimana QS = QP 2. Normal 3. Standard Dimana QS ≠ QP, yang mana akan menimbulkan Volume Variance Direct Costing merupakan salah satu metode inventory costing dimana hanya variable manufacturing cost saja yang akan dibebankan ke produk, sedangkan fixed manufacturing cost menjadi period expenses. Full Absorption Costing =  DM, DL, FOH-f, FOH-v Direct Costing/ Variavle Costing =  - Direct Costing (DM, Dl, FOH-F)  - Period Cost (FOH-V) Inventoriable Cost : segala biaya yang akan menjadi asset di neraca ketika biaya tersebut ...

COST BEHAVIOR ANALYSIS

Classifying Cost 1. Fixed Cost   Adalah biaya yang tidak berubah walaupun ada penurunan atau kenaikan aktivitas dalam relevant range.  2. Variable Cost   Adalah biaya yang berubah sejalan dengan perubahan aktivitas dalam relevant range.  3. Semivariable Cost  Memiliki karakteristik fixed dan variable.  Penyebab:  ● Adanya jumlah minimum yang dipertahankan (contoh: supplies).   ● Pengklasifikasian akuntansi, contoh listrik untuk penerangan (tetap) digabung dengan listrik untuk produksi (variable)  ● Fixed dan varible cost perlu dipisahkan untuk tujuan:  ● Penghitungan tarif FOH dan analisis varian  ● Penghitungan flexible budget dan analisis varian ● Analisis direct costing dan contribution margin ● Analisis break even dan cost-volume-profit  ● Analisis differencial cost dan comparative cost  ● Analisis short run profit maximization dan cost minimization  ● Analisis capital budgeting  ● A...

STANDARD COSTING : Record (Jurnal)

Gambar
      Direct Material Ada 3 Metode pencatatan : ·          Material dicatat pada “ Ps ” ·          Material dicatat pada “ Pa ” ·          Material dicatat pada “ Ps ” dan Penyesuaiannya adalah eliminasi MPPV sejumlah MUPV 2    Direct Labor           (gambar nyusul) 3       FOH

STANDARD COSTING : SETTING STANDARDS AND ANALYSING VARIANCES

Gambar
·         Static Budget Static Budget atau Master Budget yang dibuat diawal periode atau sebelum menjelang periode penganggaran. Diakhir periode kita dapat mengetahui nilai-nilai actual dari suatu perusaan. Sehingga kita bisa membuat perbandingan diakhir periode antara actual result dan static budget yang telah dibuat diawal periode. ·          Flexible Budget Flexible budget adalah memperhitungkan budgeted revenue dan budgeted cost yang akan disusun berdasarkan actual output in the budget period (sesuai kuantitas/output/volume) yang aktual. Static budget yang telah disesuaikan cost drivernya atau disebut flexible budget memiliki sifat artificial, atau buatan (tidak real). Static budget yang kita prediksikan diawal periode, sangat mungkin tidak sesuai dengan actual budget yang sesungguhnya, maka dari itu kita perlu menyesuaikan cost driver berupa kuantitas terjual di static budget sehingga variance yang dihasilk...

RESPONSIBILITY ACCOUNTING and REPORTING

Gambar
A. Responsibility Accounting         Responsibility Accounting adalah sistem akuntansi yang menghasilkan laporan biaya atau profit kepada manajer yang bertanggung jawab atas suatu aktivitas untuk pengendalian. Disebut sebagai Akuntansi Manajemen B. Karakteristik Responsibility Reporting        1. Mudah dipahami 2. Tepat waktu 3. Membandingkan budgeted dan aktual 4. Dapat dianalisis C. Flexible Budget dan Variance Budget 💙 Flexible Budget adalah Anggaran yang dapat disesuaikan dengan tingkat aktivitas aktual (budget allowance) 💙 Variance merupakan selisih antara yang dianggarkan dengan aktual. Ada 2 jenis varian, yaitu Spending Variance dan Idle Capacity Variance 1. Spending Variance 2. Idle Capacity Variance D. Favorable versus Unfavorable Favorable : Menguntungkan, + Net Income, hasilnya negatif Unfavorable : Tidak menguntungkan, - Net Income, hasilnya positif

BUDGETING : Capex, R&D, Cash, dan PERT/Cost

Gambar
A. Capital Expenditure                      Capital Expenditure adalah pengeluaran yang memberikan manfaat lebih dari satu tahun. Pengeluaran terhadap belanja modal ini merupakan salah satu fungsi pengambilan keputusan manjerial yang paling penting. Contoh : Beli gedung. B. Research and Development 💙 Research         Penelitian terencana untuk menemukan pengetahuan baru yang bisa menghasilkan produk/jasa/ proses/ teknik baru atau untuk meningkatkan produk/jasa/proses/ teknik lama Contoh : Intangible Asset 💙 Development       Pengembangan atas hasil untuk menciptakan produk baru.

BUDGETING : Profit, Sales, COGS dan Expense

Gambar
A. Konsep Budgeting (Penganggaran)      Profit Planning (Perencanaan laba) adalah pengembangan dari suatu rencana operasi guna mencapai tujuan perusahaan. Menetapkan Tujuan Laba terdapat 3 pendekatan: Metode priori : Tujuan laba mendominasi planning Metode posteriori : Tujuan laba berada dibawah perencanaan dan diidentifikasikan sebagai hasil dari perencanaan Metode pragmatis :  manajemen menggunakan suatu standar laba yang telah diuji dan dibuktikan oleh pengalaman.  Keuntungan Perencanaan Laba : → Menyediakan suatu pendekatan yang disiplin terhadapt identifikasi dan penyelesaian masalah → Menyediakan arahan ke semua tingkatan manajemen → Meningkatkan koordinasi → Menyediakan suatu cara untuk memperoleh ide dan kerja sama dari semua tingkatan manajemen → Menyediakan tolak ukur untuk mengevaluasi kinerja aktual dan meningkatkan kemampuan dari individu-individu Kekurangan Perencanaan Laba : ➤ Perencanaan bukanlah suatu ilmu pengeta...

JOINT COST dan BY PRODUCT

Gambar
A. Konsep Dasar Join Product dan By- Product Join Product (Produk Gabungan)           Join Product merupakan produk-produk yang dihasilkan dari satu atau beberapa proses produksi yang sama (simultan). Karakteristik Join Product adalah : Join Product nilainya relatif lebih besar Proses produksinya simultan (bersama-sama) Join Product terpecah menjadi 2 atau lebih produk pada titik tertentu yang disebut sebagai split-off point  (titik pisah batas)          Contoh Join Product : Pengolahan minyak bumi. Derivasi produknya menghasilkan minyak tanah, bensin, dan solar. By-Product (Produk Sampingan)           By- Product adalah produk yang nilainya relatif kecil dan dihasilkan bersamaan dengan produk lain yang nilainya lebih besar ( main product) . By-Product dapat dijual dan tidak dijual Contoh : Penggilingan padi, main product :  beras, sedangkan by-product  : dedak/ kulit padi ...