Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2019

CHAPTER 20 : INVENTORY COSTING AND CAPACITY ANALYSIS

■ Total Revenue dibagi dalam 3 komponen yaitu TFC, TVC dan Profit.  ■ Dalam kondisi BEP profitnya sama dengan nol. ■ TFC tidak bergeser karena selalu konstan, yang berubah hanya TVC. ■ TVC1 pasti lebih besar dari TVC0 karena produk yang dijual bertambah banyak, tapi TVC1 setelah melewati BEP tidak akan mungkin memiliki rentan dari titik TFC berakhir sampai ke titik paling kanan karena ada profit Costing ada 3 : 1. Actual   Dimana QS = QP 2. Normal 3. Standard Dimana QS ≠ QP, yang mana akan menimbulkan Volume Variance Direct Costing merupakan salah satu metode inventory costing dimana hanya variable manufacturing cost saja yang akan dibebankan ke produk, sedangkan fixed manufacturing cost menjadi period expenses. Full Absorption Costing =  DM, DL, FOH-f, FOH-v Direct Costing/ Variavle Costing =  - Direct Costing (DM, Dl, FOH-F)  - Period Cost (FOH-V) Inventoriable Cost : segala biaya yang akan menjadi asset di neraca ketika biaya tersebut ...

COST BEHAVIOR ANALYSIS

Classifying Cost 1. Fixed Cost   Adalah biaya yang tidak berubah walaupun ada penurunan atau kenaikan aktivitas dalam relevant range.  2. Variable Cost   Adalah biaya yang berubah sejalan dengan perubahan aktivitas dalam relevant range.  3. Semivariable Cost  Memiliki karakteristik fixed dan variable.  Penyebab:  ● Adanya jumlah minimum yang dipertahankan (contoh: supplies).   ● Pengklasifikasian akuntansi, contoh listrik untuk penerangan (tetap) digabung dengan listrik untuk produksi (variable)  ● Fixed dan varible cost perlu dipisahkan untuk tujuan:  ● Penghitungan tarif FOH dan analisis varian  ● Penghitungan flexible budget dan analisis varian ● Analisis direct costing dan contribution margin ● Analisis break even dan cost-volume-profit  ● Analisis differencial cost dan comparative cost  ● Analisis short run profit maximization dan cost minimization  ● Analisis capital budgeting  ● A...