CHAPTER 20 : INVENTORY COSTING AND CAPACITY ANALYSIS
■ Total Revenue dibagi dalam 3 komponen yaitu TFC, TVC dan Profit.
■ Dalam kondisi BEP profitnya sama dengan nol.
■ TFC tidak bergeser karena selalu konstan, yang berubah hanya TVC.
■ TVC1 pasti lebih besar dari TVC0 karena produk yang dijual bertambah banyak, tapi TVC1 setelah melewati BEP tidak akan mungkin memiliki rentan dari titik TFC berakhir sampai ke titik paling kanan karena ada profit
Costing ada 3 :
1. Actual
Dimana QS = QP
2. Normal
3. Standard
Dimana QS ≠ QP, yang mana akan menimbulkan Volume Variance
Direct Costing merupakan salah satu metode inventory costing dimana hanya variable manufacturing cost saja yang akan dibebankan ke produk, sedangkan fixed manufacturing cost menjadi period expenses.
Full Absorption Costing = DM, DL, FOH-f, FOH-v
Direct Costing/ Variavle Costing =
- Direct Costing (DM, Dl, FOH-F)
- Period Cost (FOH-V)
Inventoriable Cost : segala biaya yang akan menjadi asset di neraca ketika biaya tersebut terjadi, dan baru menjadi COGS hanya ketika barang sudah terjual (seluruh biaya yang terkait langsung dengan produk)
Period Cost : biaya yang segala biaya pada income statement, selain COGS (biaya yang tidak terkait secara langsung ke produk) Contoh : Operating Expenses
Kriteria :
1. Jenis Income Statement :
Direct Costing = Contribution Margin Income Statement
Full Absorp Costing = Gross profit Income Statement
2. Jenis Cost yang masuk Inventory :
Direct Costing = Semua Variable Cost
Full Absorp Costing = Semua Manufacturing Cost
3. Jenis COGS :
Direct Costing = Variable COGS
Full Absorp Costing = COGS
Dalam Cost Accounting, Direct Costing dinilai lebih efektif karena dalam metode tersebut memperhitungkan biaya sesuai dengan volume produksi, sehingga menghasilkan nilai biaya yang lebih fair. Selain itu, beberapa keunggulan direct costing adalah sbb :
Setting price (Sebagai dasar penentuan harga yang lebih tepat)
Produk profitability (Sebagai dasar untuk mengetahui operating income suatu perusahaan)
Decision Making ( Sebagai dasar pengambilan keputusan. Contoh : kapan perusahaan harus melakukan cut off produksi)
■ Dalam kondisi BEP profitnya sama dengan nol.
■ TFC tidak bergeser karena selalu konstan, yang berubah hanya TVC.
■ TVC1 pasti lebih besar dari TVC0 karena produk yang dijual bertambah banyak, tapi TVC1 setelah melewati BEP tidak akan mungkin memiliki rentan dari titik TFC berakhir sampai ke titik paling kanan karena ada profit
Costing ada 3 :
1. Actual
Dimana QS = QP
2. Normal
3. Standard
Dimana QS ≠ QP, yang mana akan menimbulkan Volume Variance
Direct Costing merupakan salah satu metode inventory costing dimana hanya variable manufacturing cost saja yang akan dibebankan ke produk, sedangkan fixed manufacturing cost menjadi period expenses.
Full Absorption Costing = DM, DL, FOH-f, FOH-v
Direct Costing/ Variavle Costing =
- Direct Costing (DM, Dl, FOH-F)
- Period Cost (FOH-V)
Inventoriable Cost : segala biaya yang akan menjadi asset di neraca ketika biaya tersebut terjadi, dan baru menjadi COGS hanya ketika barang sudah terjual (seluruh biaya yang terkait langsung dengan produk)
Period Cost : biaya yang segala biaya pada income statement, selain COGS (biaya yang tidak terkait secara langsung ke produk) Contoh : Operating Expenses
Kriteria :
1. Jenis Income Statement :
Direct Costing = Contribution Margin Income Statement
Full Absorp Costing = Gross profit Income Statement
2. Jenis Cost yang masuk Inventory :
Direct Costing = Semua Variable Cost
Full Absorp Costing = Semua Manufacturing Cost
3. Jenis COGS :
Direct Costing = Variable COGS
Full Absorp Costing = COGS
Dalam Cost Accounting, Direct Costing dinilai lebih efektif karena dalam metode tersebut memperhitungkan biaya sesuai dengan volume produksi, sehingga menghasilkan nilai biaya yang lebih fair. Selain itu, beberapa keunggulan direct costing adalah sbb :
Setting price (Sebagai dasar penentuan harga yang lebih tepat)
Produk profitability (Sebagai dasar untuk mengetahui operating income suatu perusahaan)
Decision Making ( Sebagai dasar pengambilan keputusan. Contoh : kapan perusahaan harus melakukan cut off produksi)
Komentar
Posting Komentar