STANDARD COSTING : SETTING STANDARDS AND ANALYSING VARIANCES
· Static
Budget
Static
Budget atau Master Budget yang dibuat diawal periode atau sebelum menjelang
periode penganggaran. Diakhir periode kita dapat mengetahui nilai-nilai actual
dari suatu perusaan. Sehingga kita bisa membuat perbandingan diakhir periode
antara actual result dan static budget yang telah dibuat diawal periode.
·
Flexible
Budget
Flexible
budget adalah memperhitungkan budgeted revenue dan budgeted cost yang akan
disusun berdasarkan actual output in the budget period (sesuai
kuantitas/output/volume) yang aktual.
Static
budget yang telah disesuaikan cost drivernya atau disebut flexible budget
memiliki sifat artificial, atau buatan (tidak real). Static budget yang kita
prediksikan diawal periode, sangat mungkin tidak sesuai dengan actual budget
yang sesungguhnya, maka dari itu kita perlu menyesuaikan cost driver berupa
kuantitas terjual di static budget sehingga variance yang dihasilkan menjadi
fair. Static budget yang sudah disesuaikan cost drivernya memiliki sifat
artificial (buatan).
Standard Costing
Standard
Costing adalah metode dalam hal pembebanan dan pencatatan biaya produksi yang
dilakukan dengan menggunakan biaya standar yang sudah ditentukan sebelumnya.
Standard Costing terdiri dari dua :
1 Physical Standar atau
Quantity Standard
2 Price Standard atau Rate
Standard
Manfaat penggunaan Standard Costing :
Alat
perencanaan (Budgeting)
§ Alat
pengendalian
§ Alat
untuk mengukur kinerja (Yang diukur Variance-nya)
§ Memudahkan
dalam pembebanan biaya
Analisis Variance Terhadap Komponen Biaya Produksi
Keterangan gambar
1 Direct Material
v Saat Pembelian
Material Purchase Price Variance (MPPV)
v Saat Penggunaan
ü Material Usage Price Variance (MUPV)
ü Material Quantity Variance (MQV)
2 Direct Labor
§ Labor
Rate Variance (LRV)
§ Labor
Efficiency / Quantity Variance (LQV)
3 FOH
v FOH- 2 Variance
v FOH- 3 Variance
v FOH- 4 Variance









Komentar
Posting Komentar